Manusia merupakan
mahluk hidup yang memiliki banyak sekali struktur. Setiap susunan tubuh dari tingkat
sel hingga ke tingkat sistem dipelajari dalam ilmu Anatomi. Sebelum
memahami anatomi secara keseluruhan dibutuhkan pengetahuan anatomi dasar
sebagai landasan untuk mempelajari ilmu anatomi secarah lebih rinci. Salah satu
bab penting dalam pengetahuan anatomi dasar yang harus dimiliki yaitu memahami
tentang terminologi anatomi, karena denganya kita dapat menerangkan lokasi
sebuah struktur pada anggota tubuh secara akurat untuk membantu kita dalam
berkomunikasi dengan rekan sejawat medis yang lain.
Beberapa istilah anatomi tidak begitu saja dapat kita hafal terutama bagi kita yang baru saja akan kuliah di jurusan kesehatan. Penulis sendiri tidak menyarankan menghafal istilah-istilah dibawah ini dalam satu malam, Perlu waktu untuk membiasakan diri dengan koso kata baru yang kita pelajari. Perlu saya ingatkan di dalam perkuliahan kita tidak hanya mempelajari ilmu anatomi, ada mata kuliah lain yang juga sama pentingnya untuk diperhatikan. Untuk memudahkan mempelajari terminologi Anatomi, Dibawah ini penulis cantumkan beberapa contoh yang dapat digunakan untuk menggambarkan kegunaan istilah tersebut. Tabel yang dicantumkan juga dibuat terpisah antara istilah yang berhubungan dengan posisi dan yang berhubungan dengan gerakan.
Saran dari penulis adalah membiasakan diri dengan istilah-istilah anatomi dalam kehidupan sehari-hari, jika sedang ingin menghafalnya jangan menghafal istilah anatomi secara mentah-mentah, pahami juga kegunaanya. Praktisnya dengan kita memahami kegunaan suatu istilah atau kosokata baru maka akan lebih mudah untuk kita mengingatnya. Buat list/catatan kecil yang siap dipakai saat ada mata kuliah anatomi/sedang membaca buku-buku anatomi pada topik tertentu.
Isitilah Anatomi Deskriptif yang berhubungan dengan posisi dirangkum seperti dibawah ini:
NO
|
ISTILAH
|
KETERANGAN
|
CONTOH
|
1.
|
Posisi anatomi
|
Posisi berdiri tegak dengan kepala menghadap lurus
kedepan, tangan berada disisi tubuh dan telapak tangan menghadap kedepan
|
|
2.
|
Dextra
|
Kanan
|
|
3.
|
Sinistra
|
Kiri
|
|
4.
|
Anterior
|
Depan
|
Mata terletak pada anterior kepala
|
5.
|
Posterior
|
Belakang
|
Bokong terletak pada posterior tubuh
|
6.
|
Superior
|
Atas
|
Dahi terletak lebih superior dari pada hidung
|
7.
|
Inferior
|
Bawah
|
Mulut terletak pada inferior hidung
|
8.
|
Bidang midsagital
|
Garis imajiner vertikal yang membagi tubuh menjadi bagian
dekstra dan sinistra
|
|
9.
|
Bidang paramedian
|
Bidang vertikal
yang sejajar dengan bidang midsagital, dengan bagian dekstra dan
sinistra tidak sama besar
|
|
10.
|
Bidang koronal
|
Bidang yang tegak lurus terhadap bidang midsagital,
membagi tubuh menjadi bagian anterior dan posterior
|
|
11.
|
Bidang transversal
|
bidang yang tegak lurus terhadap bidang koronal dan
midsagital, membagi tubuh menjadi bagian superior dan posterior
|
|
12.
|
Medial / Lateral
|
Digunakan untuk menggambarkan posisi struktur yang
lebih dekat dari tubuh
|
Contoh : jempol kaki
berada di medial kaki dan jari kelingking berada disisi lateral
|
Digunakan untuk menggambarkan posisi struktur yang
lebih jauh dari tubuh
|
|||
13.
|
Palmar
|
Telapak tangan
|
|
14.
|
Dorsal
|
Punggung tangan/kaki. Untuk memudahkan ciri dari dorsal
adalah tampaknya kuku jika dilihat dari atas
|
|
15.
|
Plantar
|
Permukaan telapak kaki
|
|
16.
|
Ekstremitas
|
Setiap bagian yang ada pada alat gerak utama tubuh
yaitu meliputi ekstremitas atas dan ekstremitas bawah
|
|
Ekstremitas atas/superior merupakan seluruh bagian yang
ada pada bahu/lengan atas hingga jari-jari tangan
|
|||
Ekstremitas bawah/inferior merupakan seluruh bagian
tubuh yang meliputi pangkal paha hingga jari-jari kaki
|
|||
17.
|
Proksimal
|
Digunakan untuk menjelaskan struktur yang lebih dekat
dengan pangkal ekstremitas
|
Lengan atas proksimal
terhadap lengan bawah dan begitu pula seballiknya lengan bawah distal
terhadap lengan atas.
|
18.
|
Distal
|
Digunakan untuk menjelaskan struktur yang lebih jauh dengan
pangkal ekstremitas
|
|
19.
|
Superficial
|
Struktur yang letaknya lebih dekat kepermukaan
|
Kulit superficial
terhadap otot dan tulang profundus terhadap otot/jaringan diatasnya.
|
20.
|
Profundus
|
Struktur yang letaknya lebih dalam
|
|
21.
|
Interna/Eksterna
|
Menjelaskan tentang jarak relatif yang terdapat pada
suatu struktur, pada bagian yang lebih dekat dengan struktur disebut dengan
interna dan begitu pula sebaliknya
|
Arteri carotis interna terletak didalam rongga kranium
dan arteri carotis eksterna terletak diluar rongga kranium.
|
22.
|
Ipsilateral
|
Menunjukan beberapa struktur berada pada sisi tubuh
yang sama
|
Tangan kiri dan kaki kiri berada diposisi ipsilateral
|
23.
|
Kontralateral
|
Menunjukan dua atau lebih struktur berada pada sisi
tubuh yang berlawanan
|
Otot bisep tangan kanan (dilengan atas kanan) dan otot
rectus femoris kiri (dipaha sebeleah kiri)
|
24.
|
Sentral
|
Pusat
|
Sistem saraf pusat dan sistem
saraf tepi/ Central Nervous system dan Peripheral nervous system
|
25.
|
Perifer
|
Tepi
|
|
26.
|
Ascendens
|
Struktur yang memiliki bagian ke arah superior
|
Colon ascendens dan
denscendens
|
27.
|
Descendens
|
Struktur yang memiliki bagian ke arah anterior
|
Isitilah Anatomi Deskriptif yang berhubungan dengan gerakan dirangkum seperti dibawah ini:
No.
|
Istilah
|
Keterangan
|
Contoh
|
1.
|
Sendi
|
Tempat bertemunya dua atau lebih tulang dan memiliki
jaringan-jaringan pelindung
|
Siku, lutut, bahu.
|
2.
|
Fleksi
|
Gerakan yang terjadi pada bidang sagital, ciri dari
gerakan ini adalah berkurangnya sudut sendi dan terdapat dua permukaan yang
saling bertemu.
|
Fleksi siku; Lengan atas posisikan dalam keadaan lurus lalu siku ditekuk hingga bertemunya permukaan lengan bawah dan lengan atas.
|
3.
|
Ekstensi
|
Gerakan yang terjadi pada bidang sagital, ciri dari
gerakan ini adalah bertambahnya sudut sebuah sendi dan terdapat dua permukaan
yang saling menjauh.
|
Eksensi lutut; Dari lutut dalam keadaan ditekuk
kemudian diluruskan hingga permukaan paha bagian belakang tidak lagi bertemu
dengan permukaan betis.
|
4.
|
Abduksi
|
Gerakan yang terjadi pada bidang koronal, ciri dari
gerakan ini adalah menjauhnya suatu anggota gerak dari garis tengah tubuh
|
Abduksi lengan atas; dari posisi anatomi tangan
dibentangkan ke arah samping
|
5.
|
Adduksi
|
Gerakan yang terjadi pada bidang koronal, ciri dari
gerakan ini adalah berkurangnya sudut suatu anggota gerak dari garis tengah
tubuh.
|
Kembalinya tangan saat posisi abduksi ke posisi anatomi.
|
6.
|
Rotasi
|
Gerakan sebagian tubuh mengelilingi sumbunya.
|
Posisikan lengan dalam keadaan fleksi 900 gerakan
lengan bawah kearah dalam hingga menyentuh permukaan tubuh (dada) maka gerakan
tesebut disebut dengan Rotasi Medial dan jika digerakan kearah lluar maka
disebut dengan Rotasi Lateral. Perlu
diperhatikan bahwa pada gerakan ini sendi yang mengalami gerakan rotasi adalah sendi bahu bukan
sendi siku.
|
7.
|
Prone
|
Sisi tubuh atau anggota gerak yang menghadap ke bawah
atau membelakangi sudut pandang
|
Tengkurap
|
8.
|
Supinasi
|
Sisi tubuh atau anggota gerak yang menghadap ke atas
atau tampak dari sudut pandang
|
Terlentang
|
9.
|
Pronasi
|
Rotasi suatu sumbu hingga menyebabkan tubuh atau
anggota gerak dalam keadaan prone
|
Tekuk siku 900 dan Lengan bawah dalam posisi
telapak tangan tampak lalu rotasikan
ke medial hingga telapak menghadap kebawah
|
10.
|
Supinasi
|
Rotasi suatu sumbu hingga menyebabkan tubuh atau
anggota gerak dalam keadaan supine
|
Mengembalikan telapak tangan dari kondisi pronasi ke
keadaan semula.
|
11.
|
Protaksi
|
Gerakan kearah anterior suatu sendi pada bidang koronal
|
Gerakan pada sendi rahang bawah serta bahu kearah depan
atau belakang
|
12.
|
Retraksi
|
Gerakan Posterior suatu sendi pada bidang koronal
|
|
13.
|
Inversi
|
Gerakan sendi pergelangan kaki hingga plantar menghadap
ke arah medial
|
|
14.
|
Eversi
|
Gerakan sendi pergelangan kaki hingga plantar menghadap
kearah lateral
|
Referensi :
1. Richard S. Snell. 2008. Buku Anatomi Klinis Berdasarkan Sistem. Jakarta. Penerbit Buku Kedokteran EGC.
2. Wikipedia. Daftar Isitlah Anatomi
Komentar
Posting Komentar