Langsung ke konten utama

Mewaspadai Tumbuh Kembang Anak (Bagian 2)



                Memperhatikan keganjilan tumbuh kembang yang terjadi pada buah hati kerap terlewatkan oleh para orang tua. Maka dari itu orang tua perlu mengetahui parameter normal yang benar supaya setiap perkembangan abnormal yang diperlihatkan anak dapat teramati sedini mungkin. Di Indonesia sebenarnya upaya pengamatan pada anak oleh orang tua sudah diberlakukan sejak lama dengan adanya Kartu Kembang Anak yang biasanya diberikan oleh tempat pelayanan kesehatan anak dan ibu seperti PUSKESMAS atau Rumah Sakit. Kartu tersebut hendaknya dijadikan tools atau pegangan para orang tua untuk menilai normal atau tidaknya tumbuh kembang si buah hati. Jangan menggunakan penilaian subjektif  dari sumber individu bukan profesional kesehatan karena bisa jadi penilaian tersebut tidak benar. Berkonsultasi ke tenaga kesehatan terkait ditempat pelayanan kesehatan karena akan lebih baik dan bisa dipertanggung jawabkan.
                Ditulisan kali ini penulis akan memberikan informasi terkait rujukan-rujukan atau sebuah pegangan yang bisa dipakai untuk mengamati tumbuh kembang anak secara mudah, akurat dan benar. Berikut adalah beberapa rujukan yang bisa dipakai:
1.       Kartu DDTK.


Kartu Deteksi Dini Tumbuh Kembang atau disingkat dengan DDTK yang dikeluarkan oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini Dirjen PAUD Nonformal dan Informal KEMENDIKNAS 2011. Kartu ini digunakan untuk pemantauan perkembangan anak supaya dapat dilakukan dirumah dan dapat dikerjakan oleh orang tua/wali.
Kartu ini terdiri dari 3 bagian: Pada bagian atas terdapat kolom identitas berisi nama anak, tanggal lahir dan nama orang tua. Pada bagian kolom kiri (1 baris atas-bawah) terdapat pembagian menurut usia anak yang dimulai dari 4 bulan sampai usia 60 bulan dengan interval yang berbeda, Dibawah 1 tahun pemantauan dilakukan tiap bulan sedangkan sampai usia 2 tahun dilakukan dalam interval tahun. Baris horizontal menggambarkan bidang fungsi perkembangan anak yaitu:
·         Motorik Kasar
·         Motorik Halus
·         Persepsi
·         Bicara dan Bahasa
·         Sosialisasi

Keterangan dari seteiap perkembangan pada baris horizontal dijelaskan oleh tabel berikut:

No.
Usia
Aspek Perkembangan
Kemampuan Anak
1.
4 Bulan
Gerakan kasar
Anak mampu menumpu dengan kedua lengan, dan mengangkat kepala


Gerakan halus
Anak mampu bermain-main dengan tanganya


Pengamatan
Anak mampu meraih dan mengamati mainan


Bahasa
Anak mampu mendengar Suara kertas diremas tanpa melihatnya atau bermain bibir sambil mengeluarkan air liur.


Sosialisasi
Saat disapa anak mampu melihat ibu dan tersenyum
2.
8 Bulan
Gerakan kasar
Anak mampu duduk sendiri dan mampu posisi ongkong-ongkong


Gerakan halus
Anak mampu menggenggam balok mainan dengan seluruh permukaan tangan


Pengamatan
Anak mampu memperhatikan, mencari dan mengikuti arah mainan yang jatuh.


Bicara
Anak mampu mengeluarkan suara ma..ma.. da.. da.. ta.. ta...
3.
12 Bulan
Gerakan kasar
Anak mampu berdiri sendiri dan mampu berjalan dengan pegangan pada satu tangan


Gerakan halus
Anak mampu mengambil benda kecil dengan dengan ujung ibu jari dan jari telunjuk.


Pengamatan
Anak mampu menunjuk bagian dari mainan, misalnya roda mobil-mobilan atau mata boneka


Bicara
Anak bisa mengucapkan satu-dua kata dan tahu artinya


Sosialisasi
Anak mampu memberikan mainan pada ibu
4.
18 Bulan
Gerakan kasar
Anak mampu berjalan tanpa terjatuh


Gerakan halus
Anak mampu menyusun tiga balok mainan


Pengamatan
Anak mampu menutup gelas


Bicara
Anak mampu mengucapkan sepuluh kata atau lebih dan tahu artinya


Sosialisasi
Anak mampu menyebutkan namanya bila ditanya
5.
24 Bulan
Gerakan kasar
Anak mampu turun tangga dengan kaki bergantian tanpa pegangan


Gerakan halus
Anak mampu meniru menggambar garis tegak, garis tegak, garis datar, dan lingkaran.


Pengamatan
Anak mampu menyebut tiga warna


Bicara
Anak mampu bertanya dengan memakai kata apa, siapa, dimana?


Sosialisasi
Anak mampu bermain bersama dengan teman
6.
48 Bulan
Gerakan kasar
Anak mampu melompat dengan satu kaki ditempat


Gerakan Halus
Anak mampu memegang pensil dengan jari


Pengamatan
Anak mampu menghitung 3 balok mainan dengan cara menunjuk


Bicara
Anak mampu menjawab dengan menggunakan kalimat  lengkap (lebih dari 2 kata)


Sosialisasi
Anak mampu bermain bersama teman dalam satu permainan
7.
60 Bulan
Gerakan kasar
Anak mampu melompat dengan satu kaki kearah depan


Gerakan halus
Anak mampu meniru gambar bujur sangkar, segitiga, dan tand plus (+)


Pengamatan
Anak mampu menggambar orang


Bicara
Anak mampu bercerita dan bermakna


Sosialisasi
Anak mampu bermain bersama mengikuti urutan permainan
Sumber: Yayasan Surya Kanti Bandung

Cara Pengaplikasian
Pengamatan dilakukan sesuai dengan usia anak (4 bulan, 8 bulan, 12 bulan, dst) Berikan garis atau tanda bila mana kemampuan tercapai. Bila ada kemampuan yang tidak tercapai, artinya anak mengalami keterlembatan. Ada beragam sebab yang dapat menyebabkan anak mengalami keterlambatan. Topik ini akan di bahas pada tulisan lain waktu ya.. di blog ini. :)



2.      

Kartu Kembang Anak

Kartu kembang anak atau disebut kartu menuju indonesia sehat merupakan kartu yang dikeluarkan oleh pemerintah lewat dinas kesehatan untuk membantu para orang tua melakukan pengawasan tumbung kembang anak secara mandiri, ada cuckup banyak kontent seperti tahapan perkembangan motorik kasar dan kemandirian, status gizi dan kapan dilakukanya imunisasi. Dengan kolaborasi antara profesional kesehatan utamanya dokter bersama dengan para orang tua kartu ini bisa menjadi acuan dalam menilai tumbuh kembang anak.

Pengaplikasianya cukup mudah, jika diperhatikan kolom sebelah kiri terdapat beberapa kolom seperti identitas, waktu untuk melakukan imunisasi dan sebagainya. Pada kolom utama dengan grafik pertumbuhan penggunaanya tinggal menarik titik antara usia dengan kemampuan motorik yang divisualisasikan pada bagain atas grafik, selain kemampuan motorik juga terdapat parameter berat badan terhadap usia.

Demikian pembahasan singkat  tentang tumbuh kembang anak, semoga bermanfaat ya.. :)

Referensi:
- Suherlina, Yulia. 2011.  Manfaat Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak. Jakarta. Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini.
- Download Referensi di http://repositori.kemdikbud.go.id

Komentar